Arief Muhammad, Pemuka Agama Islam Garut di Pulau Bercandi Hindu

Arief Muhammad, Pemuka Agama Islam Garut di Pulau Bercandi Hindu

Share

Jika kita pergi ke Kota Garut, sampai di Leles, tekuk kiri sekira 8 KM kita akan menemukan Candi  Cangkuang yang berlokasi di tengah pulau. Pulau itu sendiri dinamai Kampung Pulo. Lokasinya mudah ditempuh dari Jl. Raya Bandung Garut. Alun-Alun Leles jadi patokan untuk menuju Desa Cangkuang.

Keberadaan Candi Cangkuang sempat disinggung dalam laporan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893. Pada tahun 1966 tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita memulai penelitian dan dilakukan pemugaran sampai tahun 1968.

Yang belum diketahui adalah pada jaman kerajaan apa candi ini dibangun. Namun berdasarkan pada penelitian yang dilakukan pada saat itu, candi diperkirakan peninggalan abab 7 sampai abad 8, satu jaman dengan situs di Batujaya dan Cibuaya Karawang.

Yang menjadi menarik adalah adanya makam Eyang Dalem Arief Muhammad. Ia adalah pemuka agama Islam di Kampung Pulo. Sampai saat ini Kampung Pulo masih ada dengan 7 bangunan rumah. Sampai saat ini, Kampung Pulo ditempati oleh generasi kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh turunan Embah Dalem Arif Muhammad, dengan jumlah 23 orang. Terdiri dari 10 perempuan dan 13 laki-laki.

Arief Muhammad diyakini berasal dari abad ke 17. Ia adalah utusan Kerajaan Mataram untuk menyerang VOC di Batavia. Karena pasukannya kalah, ia melarikan diri ke daerah Garut. Imbas kekalahannya itu, ia khawatir mendapat sanksi dari Sultan Agung dan memutuskan menetap di tengah pulau yang berada di Situ Cangkuang, yang kemudian dinamai Kampung Pulo.

Peninggalan Arief Muhammad sampai saat ini masih berada di bangunan yang dijadikan musium kecil untuk menyimpan data dan koleksi sejarah pengembangan Agama Islam yang berada di ujung 7 Bangunan di Kampung Pulo, sementara makam Arief Muhammad berada di sisi kiri Candi Cangkuang. (MIM)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.