Presiden Joko Widodo menandatangani Keppres RI No 09 Tahun 2019 pada 29 Mret 2019. Keppres tersebut menetapkan 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional. Tonggal sejarah Hari Penyiaran Nasional sendiri dilandasi sejarah berdirinya radio Soloschee Radio Vereeniging (SRV) yang diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII pada 1 April 1933.
Meski di Jabar sudah ada Radio Malabar yang berdiri sejak tahun 1923 (dibangun sejak 1917 oleh Pemerintah Hindia Belanda) namun landasan sejarah berdirinya SRV lebih kuat karena dibangun oleh pribumi tanpa campur tangan Pemerintah Hindia Belanda.
Radio yang di resmikan di Gedung Societed Sasana Soeka (sekarang jadi Monumen Pers Nasional), didirikan oleh anggota paguyuban seni dan wartawan sebagai pengembangan dan edukasi seni dan budaya Jawa. Tercatat dalam sejarah, para tokoh SRV diantaranya Sarsito, RM Soetarto Hardjowahono, Lim Tik Liang, RT Dr Marmohoesodo, Tjan Ing Tjwan, Louwson, Wongsohartono, Tjiong Joe Hok dan Prijohartono, selain KGPAA Mangkunegoro VII sendiri.
Meski didirikan 1 April 1933, SRV baru bersiaran pada 5 Januari 1934 karena para pendiri harus patungan dulu untuk membeli peralatan siaran. SRV sendiri sebenarnya tidak memiliki studio, sehingga mereka bersiaran di Pendopo Kepatihan Mangkunegaran. Studio baru dibangun pada 18 Agustus 1935, dengan anggaran kurang dari 800 gulden.
Pada perjalanannya SRV memiliki cabang di beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Voro Jakarta (8 April 1934), VORL Bandung (30 April 1934), Radio Semarang (1936), MAVRO (Yogyakarta 1934). Dan CIRVO di Surabaya, Jatim pada tahun 1935, bekerjasama dengan Vereeniging van Oos tersche radioluisteraars (Vors).
Sejurus dengan perkembangan SRV, pada 28 Maret 1937 KGPAA Mangkunegoro VII membentuk Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK) untuk semakin mengkokohkan budaya ketimuran sebagai perlawanan atas masuknya budaya barat sebagai imbas penjajahan Belanda.
Di kemudian hari, selepas kemerdekaan, studio SRV digunakan sebagai RRI Solo. Maladi, salah satu anggota PPRK pada 11 September 1945, yang menginisiasi pembentukan RRI pada kala itu. (MIM)

Broadcaster radio senior, pecinta musik, fotografi dan trekking.