Cari Tahu Gejrot Cirebon, Ketemu di Bandung

Cari Tahu Gejrot Cirebon, Ketemu di Bandung

Share

Bima, warga Pertukangan Jakarta Selatan, sepulang dari acara di Bandung, sebenarnya Minggu pagi (19/06) ingin berangkat ke Cirebon untuk mencicipi tahu gejrot, penganan khas Cirebon yang rasanya menyegarkan. Asam manis pedasnya cocok di lidah dan membuat badan jadi terasa bugar kerna dinginya kuah asam manis dan pedasnya cabai rawit.

Selepas check out dari hotel, ternyata saat melalui Gedung Saparua, ia melihat pedagang tahu gejrot keliling. Akhirnya Bima mampir dan sempat menghabiskan 3 porsi tahu gejrot. Bima mengaku penganan ini memiliki rasa yang khas. Dengan ciri rasanya itu, ia bisa bedakan mana penjual Cirebon asli dan mana yang bukan.

Tahu gejrot memang memiliki rasa yang khas, seperti dituturkan oleh Fadillah, penjual tahu gejrot di sekitar Pasteur, Kota Bandung. Pria asal Jati Seeng, Ciledug, Kabupaten Cirebon ini mengatakan, tahu sebagai bahan dasar penganan ini harus tahu pong, tahu putih yang tidak diberi rasa.

Kata Fadillah, bila memakai tahu Sumedang, atau tahu untuk konsumsi rumahan, maka rasanya akan bentrok dengan kuah yang sudah dibikin. Apalagi bawang dan cabe rawit yang digerus di cobek dibubuhi sedikit garam, tentu akan membuat tahu lain semakin asin bila dijadikan bahan tahu gejrot.

Fadillah, pedagang tahu gejrot di Pasteur, Kota Bandung merasakan pasang surutnya binis ini selama pandemi Covid-19

Ia menjelaskan paduan garam, bawang dan cabai yang kemudian disiram kuah yang terbuat dari godokan gula aren dan asem akan membuat tahu pong menjadi memiliki rasa. Dimakan dengan gerusan bawang merah dan cabai rawit memang membawa efek segar pada badan.

“kuahnya pakai gula aren dan asem. Hanya gulanya gak banyak kang. Dibikin kayak sayur bening aja, Jadi manisnya sedang, gak kayak teh manis,” kata Fadillah terkekeh. “Kuahnya kalau sudah dicampur sedikit garam ditambah gerusan bawang dan cabai rasanya memang khas. Apalagi bawangnya kalau tahu gejrot kan agak banyak. Jadi nambah seger. Nah kuahnya yang sudah tercampur bawang dan cabai tadi nyerep ke tahu. Jadi rasanya enak banget,” tambah Fadillah.

Ia mengatakan sebelum pandemi Covid 19, orang Cirebon yang berjualan tahu gejrot bisa dibilang ada belasan. Namun saat ini masih banyak yang belum kembali ke Bandung, sejak merebaknya kasus Korona di Jawa Barat. “Sekarang kayaknya gak banyak, tapi masih ada. Ya gara-gara Korona, memang ke dagang bikin nanggung dari tahun 2020 sampai tahun 2021,” ungkap Fadillah seraya mengungkapkan ia pun ketika kembali ke Bandung memantau situasi dulu. (HAR/MIM)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.