ITMA Lahir Saat Pandemi Covid 19 Belum Usai

ITMA Lahir Saat Pandemi Covid 19 Belum Usai

Share

Badai Covid 19 telah meluluh lantakan usaha di berbagai bidang, sehingga sempat dikhawatirkan para pengamat ekonomi, akan mambawa dampak yang luas pada ekonomi makro dan mikro.

Namun demikian, Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA) justru terlahir saat pandemic Covid-19 masih berlangsung. Hal itu dikatakan Ketua ITMA DPD Jabar, Wuryanti di tengah berlangsungnya Musyawarah Kerja Daerah I di Hotel D’Palma Bandung (23/12)

“ITMA lahir pada saat serangan pandemi COVID 19 yang menghancurkan hampir semua lini bisnis, terutama di bidang pariwisata,” kata Wuryanti, seraya menambahkan adaya pandemi membawa hikmah mereka bisa berkumpul, mempersatukan pendapat dan pemikiran, sehingga pada tanggal 12 Oktober 2021 lahir sebuah perkumpulan yang berlandaskan Islam. “Seluruh anggota kami di Jawa Barat sekira 48 persen beragama Islam dan concern pada wisata muslim,” ujar Wuryanti menambahkan.

Sementara itu Dewan Pembina ITMA DPD Jawa Barat, Dodi Sudrajat, dalam sambutannya mengatakan, seorang tour leader yang beragama Islam dibutuhkan pada momen wisata di mana wisatawannya beragama Islam pula. Ini sangat dibutuhkan karena tour leader yang seiman sangat faham akan kebutuhan ritual rohani sepanjang perjalanan, jadwal dan tempat melakukan ibadah, penyediaan  makanan minuman yang baik dan halal, sejarah Islam dsb. Hadirnya ITMA ini diharapkan bisa meng-upgrade para Tour Leader dalam memimpin sebuah perjalanan wisata umum ataupun rohani.

“ITMA Jabar berharap pada pemerintah untuk membangun kepercayaan dan kemandirian pada masyarakat sesuai prokes agar bisnis pariwisata ini tetap jalan, sehingga roda ekonomi masyarakat bangkit kembali. Hanya  saja masih ada oknum tertentu yang melakukan aji mumpung di tengah pandemi ini,” tegas Dodi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ITMA, H.R Iman Kadarisman S.E, MM dalam sambutannya yang disampaikan melalui tayangan layar lebar daring mengatakan, ITMA DPD Jabar dalam mukerda ini diharapkan bisa  membangun dan merencanakan kegiatan setahun ke  depan, untuk belajar menjadi profesional tour leader, muthawif, tour programmer,  dan story telling.

“Pengurus ITMA berusaha membuat anggotanya nyaman bergabung dalam perkumpulan ini karena ITMA akan memberikan ilmu, manfaat yang besar dan harapannya menjadikan anggota menjadi  terdepan yang dalam profesinya sebagai Tour Leader,” kata Iman. (Jsp/AR/MIM/ Foto Dok.Joseph)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *