Jaga Matamu agar Kualitas Hidupmu Ikut Terjaga Pula

Jaga Matamu agar Kualitas Hidupmu Ikut Terjaga Pula

Share

Mata adalah salah satu organ tubuh paling penting. Sekitar 80 persen dari apa yang kita rasakan berasal dari penglihatan kita. Di saat yang sama, nyaris seluruh aktivitas kita membutuhkan penglihatan.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata dengan antara lain melakukan pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan.

Bagaimanapun, penglihatan yang baik turut berkontribusi pada peningkatan mobilitas, serta peningkatan pengetahuan dan pemahaman kita atas berbagai hal di sekeliling kita, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kualitas hidup kita.

Maka, dengan menjaga kesehatan mata berarti kita menjaga kualitas hidup kita.

Penyebab terbanyak kebutaan
Di antara berbagai gangguan mata yang bisa menyerang kita, katarak sejauh ini menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia.

Hasil survey Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Balitbangkes di 15 provinsi menunjukkan katarak merupakan penyebab 81 persen kebutaan di Indonesia.

Katarak umumnya terjadi karena protein pada lensa mata membentuk gumpalan sehingga mata menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya.

Seperti kita ketahui, pada mata kita, terdapat lapisan bening mata. Terdapat pula pupil yang berfungsi mengatur cahaya yang masuk. Pupil mata ini akan melebar ketika gelap dan akan mengecil ketika banyak cahaya.

Pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan untuk memastikan kesehatan mata. Foto: Cotton Bro Studio/Pexels.

Di belakang pupil, terdapat lensa mata. Pada kondisi normal, lensa mata ini jernih sehingga cahaya bisa masuk ke syaraf mata dengan baik. Ketika terjadi proses denaturasi dari protein, lensa mata menjadi keruh dan cahaya akan sulit masuk. Buntutnya, daya lihat kita terganggu.

Sebagian besar kasus katarak berkaitan erat dengan faktor pertambahan usia. Meski demikian, kita bisa pula terkena katarak oleh sebab faktor lain.

Selain faktor usia, katarak juga bisa muncul karena penyakit diabetes (kencing manis). Diabetes menyebabkan terjadinya akumulasi sorbitol dalam lensa mata yang akan menarik air ke dalam lensa sehingga terjadi hidrasi lensa. Akibatnya, kejernihan lensa menurun.

Trauma fisik juga bisa menjadi pemicu katarak. Akibat trauma, struktur lensa mata dapat terganggu. Perubahan struktur lensa dapat mengganggu keseimbangan metabolisme lensa yang menyebabkan terbentuknya katarak.

Selain itu, gangguan proses perkembangan embrio ketika dalam kandungan atau kelainan pada kromosom dapat menyebabkan kekeruhan lensa saat bayi lahir sehingga terjadi katarak.

Terkait aktivitas keseharian, pekerjaan-pekerjaan tertentu yang terkena paparan sinar matahari langsung dapat pula mempercepat proses terjadinya katarak.

Secara umum, gejala katarak antara lain pandangan kabur seperti berkabut, melihat lingkaran di sekeliling cahaya, pandangan ganda, penurunan penglihatan pada malam hari, rasa silau saat melihat matahari maupun lampu serta warna di sekitar terlihat memudar.

Pada fase-fase awal, pengidap katarak terkadang tidak merasakan langsung gejala-gejala tersebut. Pasalnya, perubahan kondisi lensa mata terjadi secara bertahap. Barulah ketika kekeruhan lensa mata kian meningkat, gejala-gejala tersebut bakal semakin terasa. Oleh sebab itulah perlunya kita memeriksakan mata ke dokter mata secara rutin. Ini untuk mengetahui gejala katarak sejak dini, sehingga bisa cepat diambil tindakan medis yang tepat dan memadai.

Operasi katarak
Sejauh ini, satu-satunya pengobatan yang efektif untuk katarak adalah operasi.

Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani operasi, sebaiknya pasien berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mata.

Sebagian besar dokter mata umumnya menyarankan untuk mempertimbangkan operasi katarak ketika katarak yang diidap mulai mempengaruhi kualitas hidup pasien atau mengganggu kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari, seperti membaca atau mengemudi kendaraan, terutama di malam hari.

Katarak bisa lebih cepat memburuk pada orang dengan kondisi tertentu. Misalnya, mereka yang mengidap diabetes, tekanan darah tinggi atau obesitas.

Operasi katarak sendiri melibatkan pengangkatan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan yang bening. Lensa buatan, yang disebut lensa intraokular, ditempatkan di tempat yang sama dengan lensa alami dan akan menjadi bagian permanen dari mata.

Operasi katarak umumnya dilakukan secara rawat jalan, yang berarti Anda tidak perlu tinggal di rumah sakit setelah operasi. Selama operasi katarak, dokter mata biasanya menggunakan anestesi lokal untuk mematikan rasa di sekitar mata.

Setelah prosedur operasi, pasien mungkin akan merasa tidak nyaman selama beberapa hari. Penyembuhan umumnya terjadi dalam beberapa minggu pasca operasi.

Gangguan refraksi
Selain katarak, gangguan mata lainnya yang banyak diidap warga masyarakat adalah gangguan refraksi. Jika tidak ditangani secara tepat dan memadai, gangguan refraksi ini juga dapat menyebabkan kebutaan.

Terdapat sekurangnya empat gangguan refraksi yaitu myopia rabun jauh), presbiopia (rabun karena usia lanjut), hipermetropi (rabun dekat) serta astigmatism (silindiris).

Selain diatasi dengan penggunaan lensa tertentu, gangguan refraksi kini juga dapat diatasi lewat metode LASIK.

LASIK adalah kependekan dari Laser-Assisted in Situ Keratomileusis. Ini merupakan metode bedah dengan menggunak laser yang bertujuan mengubah bentuk kornea mata sehingga gangguan refraksi pada mata dapat terkoreksi.

Di Indonesia, salah satu institusi yang yang memberikan LASIK yaitu National Lasik Center (NLC), yang berkomitmen memberikan layanan lasik terbaik dengan dokter spesialis mata ahli di bidang operasi bedah refraktif serta didukung teknologi modern.

Saat ini, NLC menawarkan tiga jenis layanan LASIK.

Pertama, PRK (Photorefractive Keratectomy). Ini merupakan
prosedur bedah refraktif untuk pasien Lasik dengan kondisi mata tertentu.

Kedua, femto LASIK. Metode ini adalah metode bedah refraktif terkini untuk mengatasi kelainan refraksi, baik rabun jauh, rabun dekat maupun silinder), dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.

Ketiga, ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction). Ini adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dibandingkan dengan PRK dan femto LASIK. ReLEx® SMILE hampir tidak menyebabkan rasa sakit. Selain itu, proses pemulihannya juga jauh lebih cepat.

Nah, terkait metode LASIK mana yang kira-kira paling cocok tentu saja akan diketahui setelah dilakukannya pemeriksaan pendahuluan yang terperinci serta konsultasi dengan dokter spesialis mata.

Pentingnya menjaga kesehatan mata
Orang Inggris suka mengatakan prevention is better than to cure. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sudah seyogianya hal tersebut kita amalkan. Mereka yang memiliki penglihatan yang masih prima perlu senantiasa mengupayakan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari gangguan penglihatan yang notabene dapat menurunkan kualitas hidup kita.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menjaga kesehatan mata sehingga kita mampu melihat dengan baik.

Pertama, konsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Konsumsilah buah-buahan dan sayuran, terutama sayuran berdaun kuning dan hijau tua. Selain itu, mengonsumsi ikan yang tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon dan tuna juga dapat membantu kesehatan mata.

Kedua, pertahankan berat badan yang ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Mengidap diabetes menempatkan diri kita pada risiko lebih tinggi terkena retinopati diabetik yang memperpuruk daya penglihatan kita.

Ketiga, berolahragalah secara teratur. Olahraga dapat membantu mencegah atau mengontrol diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi sehingga memperkecil risiko terkena gangguan penglihatan.

Keempat, gunakan kacamata hitam saat beraktivitas di tenah terik matahari. Paparan sinar matahari dapat merusak meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula.

Konsumsi buah dan sayur bagus untuk kesehatan mata. Foto: Tom Brunberg/Unsplash.

Kelima, kenakan pelindung mata untuk mengantisipasi cedera mata saat melakukan aktivitas olahraga tertentu, atau saat bekerja di sektor konstruksi.

Keenam, hindari merokok. Aktivitas merokok ikut meningkatkan risiko penyakit mata terkait usia seperti degenerasi makula dan katarak serta dapat merusak saraf optik mata.

Ketujuh, jika memakai lensa kontak, lakukan langkah-langkah untuk mencegah infeksi mata. Cuci tangan dengan baik sebelum memasang atau melepas lensa kontak Ikuti pula petunjuk tentang cara membersihkannya dengan benar, dan menggantinya bila diperlukan.

Kedelapan, rutin mengistirahatkan mata. Saat kita harus bekerja di depan komputer dalam waktu yang lama, untuk mengurangi kelelahan mata, cobalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, layangkan pandangan sekitar 6 meter ke depan selama kira-kira 20 detik.

Sudah barang tentu, selain hal-hal tersebut di atas, yang tak kalah penting pula adalah rutin melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata.(JOK)

Sumber rujukan:

1) Kemkes. 2020. Katarak Penyebab Terbanyak Kebutaan.

2) Kierstan Boyd. 2022. What Are Cataracts?.

3) KMU. 2022. Gejala Katarak, Kenali sebelum Kian Menjadi.

4) NEI. 2021. Keep Your Eyes Healthy.

5) NLC. 2020. Hal Paling Penting untuk Melihat Keindahan : Mata Anda.

6) P2PTM Kemkes. 2019. 4 Jenis Kelainan Refraksi.

Share
Gogo77
Adam77
Sonitoto
https://157.245.54.14/
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
Kaki777
https://mydaughtersdna.org/