‘Kearifan Lokal’ Kita, Salah Menempatkan Kata “di”

‘Kearifan Lokal’ Kita, Salah Menempatkan Kata “di”

Share

Kesalahan penggunaan kata “di” dalam bahasa tulis di keseharian kita, masih menjadi yang paling besar dilakukan. Tidak hanya dalam bahasa tulis informal, kesalahan ini sering terjadi pada bahasa tulis formal.

Pada suatu ajang lomba, yang dipublikasikan di salah satu medsos, pada pengumuman resminya pernah tertulis kalimat seperti ini, “Pendaftaran di tutup pada 6 Januari, pukul 23.00 WIB.” Merespon pengumuman tersebut, ada satu komen yang berbunyi, “Min, tutup itu nama tempat apa?”  Si penulis komen tidak lupa membubuhi emoticon tertawa terbahak.

Panitia nampaknya tidak menyadari kesalahan tulis pada pengumuman tersebut dan me-reply dengan kata, “Maksudnya?” Tentu hal ini mengundang pemberi komen untuk semakin ngakak.

Penggunaan kata “di” sebagai kata depan yang menunjukan tempat atau lokasi dengan “di” sebagai imbuhan kata kerja pada pasif, nyatanya  memang masih jadi kesalahan umum, yang celakanya seringkali dianggap biasa.

Padahal, dengan penggunaan yang berbeda tadi, bisa saja suatu saat menggundang kesalahpahaman, atau jadi bahan lucu-lucuan seperti cerita soal pengumuman di atas.

Jadi, cek lagi ya tulisan Anda. Jangan sampai kesalahan kecil yang tidak sepele ini, justru jadi cap ‘tertentu’ bagi kredibilitas Anda. (MIM)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *