Kenapa Disebut Varian Omicron dan Bukan Varian Nu atau Xi?

Kenapa Disebut Varian Omicron dan Bukan Varian Nu atau Xi?

Share

Varian virus COVID yang muncul baru-baru ini dinamai varian Omicron. Bagaimana penjelasannya? Kenapa tidak dinamai varian Nu atau varian Xi?

Saat varian baru virus corona muncul di awal-awal pandemi, varian virus dinamai dengan nama asal negaranya. Contohnya varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian Italia, varian India dan sebagainya.

Namun, karena penamaan menggunakan tempat/negara asal ini dianggap berbau diskriminasi dan stigmatisasi, maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menggubah penamaan itu menggunakan kode huruf dan bilangan. Misalnya, varian B.1.1.7.

Persoalannya, penggunaan kode untuk penyebutan varian COVID justru sulit diingat dan tidak komunikatif.

Maka, WHO lantas memutuskan penamaan varian virus COVID menggunakan nama huruf Yunani.

“Untuk keperluan menyederhanakan komunikasi publik, WHO mendorong otoritas nasional, kalangan media, dan lainnya untuk mengadopsi penamaan baru yang mengacu pada huruf Yunani,” begitu antara lain bunyi salah satu pernyataan WHO.

Hasilnya, varian Inggris diganti menjadi varian Alpha. Varian Afrika Selatan menjadi varian Beta. Adapaun varian Brasil dinamai varian Gamma. Sedangkan varian India dinamai varian Delta. Ada juga kemudian varian Lamda dan varian Mu.

Lalu, kenapa varian yang baru-baru ini ditemukan disebut varian Omicron? Bukan varian Nu atau varian Xi?

Kalau melihat urutan abjad Yunani, setelah Mu adalah Nu dan kemudian menyusul Xi. Baru kemudian Omicron.

WHO memilih tidak menggunakan sebutan varian Nu dan Xi karena memiliki beberapa pertimbangan.

Menurut juru bicara WHO, Margaret Harris, Nu tidak digunakan untuk menamai varian virus corona untuk menghindari kebingungan di negara-negara berbahasa Inggris.

“Nu terdengar terlalu mirip New (baru) dalam bahasa Inggris,” kata Harris kepada koran Italia, Corriere della Sera.

Mengenai Xi, ini terkait dengan faktor geopolitik.

“Xi adalah nama belakang yang sangat umum,” katanya. “Pedoman WHO yaitu tidak menggunakan nama yang dapat menyinggung kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis,” sambungnya.

Seperti diketahui Xi merupakan nama marga di Tiongkok. Presiden Tiongkok yang sekarang kebetulan bermarga Xi.(JP/WAK)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.