Kisah Gunung Bohong, dari Tempat Piknik Anak Belanda, Sampai Cerita Syeh Ibrahim

Kisah Gunung Bohong, dari Tempat Piknik Anak Belanda, Sampai Cerita Syeh Ibrahim

Share

Gunung Bohong, adalah sebuah bukit yang letaknya persis di sisi barat Lapangan Tembak Brigif 15 Kujang. Secara administratif berada di ujung wilayah Kota Cimahi, di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Gunung Bohong memiliki peran strategis sebagai resapan dan cadangan air. Rimbunya hutan heterogen di Gunung Bohong tidak lepas dari peran Mantan Gubernur Jabar, Nuriana saat menjabat, dengan program penanaman 1000 pohon di bukit tersebut.

Banyak versi dari penamaan Gunung Bohong ini. Ada cerita soal anak  Belanda di jaman penjajahan dulu yang konon diajak jalan-jalan ke gunung, namun saat didekati nyatanya tidak besar. Sehingga, anak-anak tentara dan para pengawai Belanda menamainya Gunung Bohong. Ada juga cerita gunung ini bila dilihat dari kejauhan seperti gunung yang besar, namun setelah didekati nyatanya hanya sebuah bukit.

Terlepas dari asal nama gunung yang sampai saat ini belum diketahui pasti apa latar belakang, sehingga kata bohong menjadi atribut nama gunung tersebut, tempat ini konon menjadi favorit anak-anak Belanda di masa penjajahan untuk sekedar piknik dan menghirup udara segar saat weekend.

Gunung Bohong juga sudah dikenal sebagai tempat penempaan militer sejak jaman penjajahan dulu. Tidak heran, karena Cimahi dulu menjadi pusat pertahanan Belanda di Pulau Jawa. Meski  Cimahi, menjadi pusat pertahanan Belanda, namun tak jauh dari Gunung Bohong, ada pesantren besar pada jaman penjajahan dulu yang gigih menentang penjajahan, yang dipimpin Kyai Haji Usman Damiri. pesantren dan masjid peninggalannya sampai saat ini masih berdiri di Cisangkan Hilir.

Berkenaan dengan syiar Islam, bahkan salah satu kuncen  makam Gunung Bohong yang tidak bersedia dipublikasikan namanya mengatakan, di Gunung Bohong sebenarnya ada petilasan Syeh Ibrahim. Ia adalah salah satu penyebar Islam di Cimahi, yang sering berdzikir di bawah pohon Dangdeur (pohon randu hutan yang ukurannya sangat besar). Konon di bawah Dangdeur bila mujur, akan menemukan batu alas duduk Syeh Ibrahim.

Meski saat ini sudah ditata oleh anggota TNI Brigif 15 Kujang sehingga lokasi sangat nyaman untuk jogging atau trekking, sejumlah Youtuber, menurut para kuncen, ada saja yang merekam lokasi untuk arena uji nyali atau membuat konten-konten soal keberadaan makhluk astral di sekitar Gunung Bohong. Meski tidak menyatakan tidak setuju, namun kuncen sependapat, sebaiknya Gunung Bohong dijadikan tempat berolahraga saat anggota TNI sedang tidak berlatih menembak. Karena pembuatan konten konten semacam itu tentunya memiliki resiko yang tidak kecil. (MIM/Foto: tepas.id)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *