Liburan di Sawah Ciharashas Cipeundeuy, Refeshing yang Sebenarnya

Liburan di Sawah Ciharashas Cipeundeuy, Refeshing yang Sebenarnya

Share

“Di sini nanti dibangun jembatan (baca : skywalk) biar pengunjung bisa menikmati keindahan alam, sementara para petani tetap bekerja tanpa terganggu.” Itu yang dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Mutaqien, Desa Ciharashas Cipeundeuy Kab.Bandung Barat, Iman Saepulloh yang menemani tepas.id menikmati indahnya pemandangan pesawahan di Kampung Santri di desa itu.

Pesawahan yang membentang di Kampung Tugu, tidak jauh dari lokasi pontren, rencananya akan jadi salah satu destinasi wisata di Desa Ciharashas. Kontur tanahnya yang bersengked, dengan background pegunungan, tebing, dan hutan tanaman keras sangat instagramable, terutama saat diabadikan di pagi atau sore hari. Jalan untuk menuju lokasi pesawahan cukup teduh dan pesawahan di Kampung Tugu ini bukan bagian akhir destinasi wisata, karena bisa diteruskan trekking menuju Curug Tenjong. Sebagian orang menyebutnya dengan Curug Enjong. Tepas.id akan ceritakan di bagian lain soal curug keren di Ciharashas ini.

Ditemui secara terpisah, Kepala Desa Ciharashas, Japar Sidik mengatakan bahwa pihaknya sedang merancang Desa Wisata Ciharashas, yang salah satu destinasinya adalah pesawahan di Kampung Tugu dan Curug Ciharashas, selain Kampung Santri yang akan menjadi pusat edukasi keagamaan dan ilmu pengetahuan. Japar Sidik bahkan mengungkapkan rencananya agar Kampung Santri menjadi pusat pelatihan Bahasa Inggris, sehingga warga KBB dan warga Jabar, tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk belajar Bahasa.

Japar sendiri akan mempertahankan pesawahan di Kampung Tunggu sealamiah mungkin, karena saat ini trend yang berkembang, wisatawan selalu mencari keindahan alamnya yang natural, bukan rekaan, dan Kampung Tugu punya itu. Hal tersebut terasa benar oleh tepas.id, yang betah berlama-lama di desa tersebut. Selain keindahan alamnya, makanan khas desa semakin membuat betah. Tawes krispinya yang renyah, sambalnya yang pedas namun beraroma dan rasa manis asinnya pas. Pendek kata, bisa bikin semua orang yang singgah, agak berat untuk pulang.

Yang tepas.id rasakan, lokasi pesawahan dan lingkungan sangat menenangkan. Bermalam di desa tersebut sangat nyaman. Suasananya sangat tenang. Kita bisa mendengar suara jangkrik, yang di Sebagian perkotaan sudah sulit ditemukan. Ini pula yang barangkali membuat Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, menurut kepala Desa Ciharashas Japar Sidik, mendorong Kampung Santri jadi destinasi wisata relijius dan berbudaya. (MIM)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *