Ecosia, Mesin Pencari Ramah Lingkungan

Ecosia, Mesin Pencari Ramah Lingkungan

Share

Pastinya kalian sudah tak asing lagi dengan yang namanya mesin pencari (search engine). Nah, di antara mesin-mesin pencari yang ada sekarang ini, Ecosia disebut-sebut sebagai green search engine alias mesin pencari yang ramah lingkungan. Kira-kira apa penyebabnya?

Diluncurkan oleh Christian Foll, seorang insinyur asal Jerman, pada tahun 2009, Ecosia mengusung misi untuk ikut membantu memperbaiki kualitas lingkungan dengan aktivitas menanam pohon. Jadi, setiap 45 kali kita melakukan pencarian menggunakan mesin pencari Ecosia, ada satu pohon yang bakal ditanam. Semakin banyak lagi kita melakukan pencarian menggunakan Ecosia, maka semakin banyak pula jumlah pohon yang akan ditanam.

Seperti sama-sama kita ketahui, pohon memberi segudang manfaat bagi kita. Selain sebagai sumber pemasok oksigen, pohon juga menyerap CO2, menjaga siklus air, mencegah longsor dan desertifikasi serta menjadi penyeimbang suhu.

Pohon juga memberi kontribusi bagi berkurangnya perilaku agresif dan kekerasan dalam rumah tangga. Kajian yang dilakukan Kuo dan Sullivan (2001) menunjukkan, pasangan yang tinggal di lingkungan yang relatif penuh dengan pepohonan dan aneka tumbuhan cenderung memiliki perilaku agresif yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan yang gersang. 

Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois, Amerika Serikat, menyimpulkan, keluarga yang tinggal di daerah gersang memiliki kemungkinan lebih tinggi melakukan kekerasan terhadap anak-anak mereka ketimbang mereka yang tinggal di lingkungan yang banyak pohon dan tumbuhan lainnya.

Bagaimana Ecosia bekerja
Seperti mesin pencari pada umumnya, Ecosia mendapatkan uang dari iklan-iklan yang muncul pada kolom hasil pencarian. Teknologi yang digunakan Ecosia adalah Microsoft Bing, sehingga iklan yang dimuat dalam search result berasal dari Yahoo! maupun Bing. Profit atau keuntungan dari iklan ini sebagian besar (80%) kemudian disumbangkan untuk mendapatkan bibit pohon untuk penghijauan serta berbagai aktivitas pelestarian lingkungan lainnya.

Sejauh ini, Ecosia mengklaim telah menanam sekitar 121 juta pohon, yang tercangkup dalam 22 proyek penghijauan di seluruh dunia. Termasuk di antaranya di Sudan, Brazil, Kanada, Ethiopia, Senegal, dan Indonesia. Salah satu proyek yang Ecosia lakukan untuk Indonesia adalah memulihkan bekas perkebunan kelapa sawit hasil deforestasi yang menyebabkan degradasi lingkungan yang membahayakan kaum petani juga berbagai satwa liar di Borneo dan Sumatera.

Dibandingkan dengan mesin pencari lainnya, Ecosia sangat memperhatikan privasi para penggunanya. Ecosia hanya menyimpan data pengguna tertentu hingga satu minggu lamanya, dan setelah itu menjadi anonim sepenuhnya. Tidak seperti mesin-mesin pencari lainnya, Ecosia tidak menjual data pengguna ke perusahaan periklanan. Selain itu, setiap pencarian dienkripsi demi keamanan ekstra saat pengguna melakukan penjelajahan menggunakan mesin pencari tersebut.

Untuk menggunakan mesin pencari Ecosia, kita bisa langsung masuk melalui alamat https://www.ecosia.org/. Di bawah kolom pencarian, kita akan melihat tulisan berbunyi: “The search engine that plants trees” serta update jumlah pohon yang telah ditanam berkat peranserta para pengguna Ecosia. 

Adapun untuk menggunakan Ecosia secara default di browser Google Chrome, yang perlu dilakukan adalah buka Google Chrome terlebih dahulu dan lantas klik ikon tiga titik di sudut kanan atas. Setelah itu, pilih pengaturan dan kemudian klik “Mesin Pencari” di menu sebelah kiri. Lalu, pilih Ecosia.

Untuk browser selain Chrome, bisa dicoba dengan fasilitas add-on Ecosia. Caranya kunjungi Ecosia.org lewat browser yang kalian punyai dan cari bilah biru yang bertuliskan “Tambahkan Ecosia ke (browser)”, lalu klik di atasnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *