Pakar Serukan Anak Muda Tingkatkan Aktivitas Fisik

Pakar Serukan Anak Muda Tingkatkan Aktivitas Fisik

Share

Sekelompok peneliti dari seluruh dunia menyerukan untuk meningkatkan aktivitas fisik di kalangan anak muda sehiingga membuat mereka lebih banyak bergerak. Seruan itu dimuat dalam jurnal Lancet, baru-baru ini.

Menurut penelitian, diperkirakan 80% anak usia sekolah di seluruh dunia tidak memenuhi pedoman aktivitas fisik yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami sangat perlu untuk mengeksplorasi konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari kurangnya aktivitas fisik pada remaja, dan mengidentifikasi cara-cara efektif untuk mempromosikan peningkatan aktivitas fisik, terutama mengingat pandemi COVID-19,” kata salah seorang penulis penelitian, Esther van Sluijs, dalam siaran persnya.

Menurut para peneliti, empat puluh persen remaja di seluruh dunia tidak pernah berjalan kaki ke sekolah dan 25% duduk selama lebih dari tiga jam per hari, dengan 60% dari mereka yang tinggal di Eropa menghabiskan dua jam atau lebih sehari menonton televisi dan hingga 50% menghabiskan dua jam atau lebih sehari untuk bermain video game.

WHO mencatat lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat kurangnya aktivitas fisik.

Menurut WHO, kurangnya olahraga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker, dan menyebabkan setidaknya 54 miliar dolar AS per tahun dalam biaya perawatan kesehatan langsung secara global.

Olahraga bermanfaat antara lain untuk peningkatan kesehatan jantung, kekuatan otot, fungsi fisik dan kesehatan mental.

Upaya untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik pada kaum muda telah terhambat oleh pandemi COVID-19, dengan adanya pembatasan aktivitas sosial, termasuk hilangnya kesempatan untuk melakukan pendidikan jasmani di sekolah.

Menurut para peneliti, Olimpiade Musim Panas 2020 yang sempat tertunda, yang dimulai minggu ini di Tokyo, Jepang, memberikan kesempatan bagi pemerintah di seluruh dunia untuk mempromosikan manfaat kesehatan dari aktivitas olahraga.

“Olimpiade menyediakan panggung global untuk membuat orang tertarik dan bersemangat tentang aktivitas fisik. Tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan antusiasme itu ke dalam program kesehatan masyarakat berkelanjutan yang dapat dicapai dan menyenangkan bagi masyarakat umum,” ungkap Adrian Bauman, salah seorang penulis lain penelitian, yang merupakan profesor kesehatan masyarakat di Universitas, Sydney, Australia.(UPI/RAH)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *