Pangdam III Siliwangi Resmikan Monumen Kujang Papasangan di Puncak Gunung Bohong

Pangdam III Siliwangi Resmikan Monumen Kujang Papasangan di Puncak Gunung Bohong

Share

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto meresmikan Monumen Kujang Papasangan yang dilaksankaan secara simbolis di Gedung Balai Prajurit Siliwangi Brigif 15 Kujang II, Cimahi, Jawa Barat Rabu 17 November 2021. Monumen Kujang Papasangan dibangun di puncak Gunung Bohong yang berlokasi di kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Lapangan Tembak Brigif 15.

Dalam sambutannya Pangdam 3 Siliwangi menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada para pihak yang terlibat dalam pembangunan monumen tersebut hingga bisa terwujud dan menjadi simbol  pelestarian moral budaya tidak saja bagi TNI, khususnya Siliwangi,  tapi juga untuk masyarakat luas.

Parajurit Siliwangi memang harus memahami budaya dan sejarah, selain untuk meningkatkan semangat juang, juga untuk mengedukasi masyarakat utamanya generasi muda. “Seperti keberadaan Jalan Lembong di Bandung , misalnya,” tutur Agus Subitanyo . “Nama Lembong itu diambil dari nama prajurit yang gugur. Saya sudah menyampaikannya kepada Gubernur agar memperbaiki dan memelihara jalan-jalan yang namanya diambil dari nama pejuang. Untuk menangani hal ini Kodam II Siliwangi memang memiliki bagian Bintal yang membidanginya.”

Sementara itu PLT Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana yang hadir di peresmian itu mengatakan, “Monumen Kujang Papasangan ini merupakan prakarsa kerja sama antara Kawargian ABAH Alam, Pemkot Cimahi dan Brigif15. Keberadaan monumen ini mengukuhkan Wisata Militer di Kota Cimahi,” ujarnya. “Hal ini berdasarkan di Cimahi banyak tangsi dan gedung-gedung militer peninggalan Belanda.” Dalam penyelenggaraannya Wisata Militer tidak hanya berkenaan dengan pameran pengenalan alutsista tentara saja, tapi juga berkenaan dengan edukasi nilai-nilai sejarah, budaya dan  pelestarian heritage.

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto memberikan sambutan saat peresmian Monumen Kujang Papasangan

Keberadaan Gunung Bohong itu sendiri merupakan lokasi yang dipandang “sakral” bagi Brigif 15 Kujang II mengingat di puncak gunung itulah dilaksanakannya pembaretan para anggotanya yang berhak mengenakan baret warna hijau berlambang kujang. 

Adhitiya Alam Syah, pupuhu ABAH Alam dalam sambutannya pun menyampaikan bahwa Monumen Kujang Papasangan di Gunung Bohong ini tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata militer, tapi juga berperan sebagai destinasi Wisata Konservasi, mengingat kawasan tersebut termasuk kawasan perkotaan namun kaya akan sumber daya alam flora dan faunanya yang dapat dinikmati masyarakat umum sebagai destinasi edukasi sejarah dan konsevasi.

Relevan dengan Hari Toleransi Internasional 16 November lalu, pria yang akrab disapa Abah Alam ini dalam sambutannya berharap, ”Monumen ini menjadi spirit demi terciptanya kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi  untuk saling menghormati dan saling menghargai, disertai semangat juang, patriotisme dan nilai-nilai kepahlawanan dalam mempertahankan tanah air termasuk kelestarian sumber daya alam,” ujarnya.

Kawasan lapangan Tembak Brigif 15 rupanya mengingatkan  pula pada kisah nostalgi bagi Panglima secara pribadi. “Tempat ini adalah tempat bermain di masa kecil saya,” tutur Mayjen TNI Agus Subiyanto diiring senyum. “Saya suka mencari selongsong peluru pistol di kawan ini. Saya kan anak tentara juga. Saya tinggal di sekitar ini sewaktu bapak bertugas sebagai Bintara Intel dan tinggal di Cimahi,” Kata Pangdam.   (AR/MIM/Foto Dok. Adi Raksanagara)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *