data macau toto macau
slot mania
https://mpo-slot.pa-ruteng.go.id/
https://anti-rungkad.pa-ruteng.go.id/
rtp slot
slot88
slot ovo
slot zeus
togel kamboja
slot jepang
slot gopay
slot bonus
dewa slot
akun pro thailand
akun pro kamboja/
mpo slot
Peneliti Temukan Sisir Kuna yang Memuat Alfabet Pertama

Peneliti Temukan Sisir Kuna yang Memuat Alfabet Pertama

Share

Sekelompok peneliti Israel telah menemukan sebuah sisir kuna yang mungkin berisi kalimat lengkap tertua yang diketahui ditulis dalam bahasa Kanaan. Penemuan ini dijelaskan dalam sebuah penelitian yang hasilnya diterbitkan baru-baru ini di Jerusalem Journal of Archaeology.

Tulisan itu mungkin berusia 3.700 tahun, berisi pesan agar orang menyisir rambut dan janggut mereka untuk menghilangkan serangga kecil yang dikenal sebagai kutu. Tulisan di sisir tersebut berisi 17 huruf yang berbunyi secara harfiah: “Semoga gading ini membasmi kutu rambut dan janggut.”

Para ahli mengatakan penemuan tersebut memberikan informasi tentang beberapa penggunaan alfabet Kanaan paling awal, yang ditemukan sekitar 3.800 tahun yang lalu. Alfabet Kanaan adalah dasar untuk sistem abjad selanjutnya, seperti bahasa Ibrani, Yunani, Latin, dan Cyrillic.

Subjek tulisan menunjukkan bahwa orang-orang menghadapi kutu dalam kehidupan sehari-hari pada saat itu. Para peneliti mengatakan mereka bahkan telah menemukan bukti mikroskopis kutu pada sisir.

Sisir tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2016 di Israel selatan. Namun, baru akhir tahun lalu seorang profesor di Universitas Ibrani Israel memperhatikan kata-kata kecil yang tertulis di atasnya.

Peneliti utama, Yosef Garfinkel, dari Hebrew University, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa sementara banyak benda kuna dengan tulisan Kanaan telah ditemukan selama bertahun-tahun, sisir tersebut memuat kalimat lengkap pertama yang ditemukan.

Garfinkel mengatakan temuan sebelumnya hanya berisi beberapa huruf, mungkin sebuah kata di sana-sini. Tulisan pendek seperti itu tidak menyisakan banyak ruang untuk penelitian lebih lanjut tentang kehidupan orang Kanaan. “Kami tidak memiliki cukup bahan,” katanya.

Menurut Garfinkel, penemuan itu membuka perdebatan tentang periode waktu kuna. Dia mengatakan penting bahwa kalimat itu ditemukan pada sisir gading di area istana dan kuil kota kuna. Perlu dicatat juga bahwa tulisan itu berbicara tentang janggut. Garfinkel mengatakan hal itu bisa menunjukkan bahwa hanya orang kaya yang bisa membaca dan menulis.

“Ini adalah teks yang sangat manusiawi,” kata Garfinkel.

“Ini menunjukkan kepada kita bahwa manusia tidak benar-benar berubah, dan kutu juga tidak benar-benar berubah,” sambungnya.

Orang Kanaan berbicara bahasa Semit kuna yang memiliki keterkaitan dengan bahasa Ibrani, Arab, dan Aram modern. Orang Kanaan tinggal di tanah di sepanjang Mediterania timur. Mereka diyakini telah mengembangkan sistem penulisan abjad pertama yang diketahui.

Orang Kanaan berbicara bahasa Semit kuno yang terkait dengan bahasa Ibrani, Arab, dan Aram modern. Orang Kanaan tinggal di tanah di sepanjang Mediterania timur. Mereka diyakini telah mengembangkan sistem penulisan abjad pertama yang diketahui.

Kalimat lengkap selanjutnya menunjukkan bahwa orang Kanaan menonjol di antara peradaban awal dalam penggunaan kata-kata tertulis mereka. “Itu menunjukkan bahkan di fase paling kuna pun ada kalimat lengkap,” tambah Garfinkel.

Dia mengatakan para ahli memperkirakan naskah yang ditemukan di sisir itu berasal dari 3.700 tahun yang lalu dengan membandingkannya dengan alfabet Kanaan kuna yang ditemukan sebelumnya di Gurun Sinai Mesir. Tulisan semacam itu berasal dari antara 3.900 dan 3.700 tahun.

Namun, penelitian tersebut mencatat, penanggalan karbon pada sisir gagal menunjukkan usia pastinya.

Arkeolog Austria, Felix Höflmayer, seorang ahli periode yang tidak terlibat penelitian, mengatakan metode penanggalan tidak cukup baik.

“Tidak cukup prasasti alfabet awal yang diketahui dengan tanggal yang aman saat ini,” katanya. Tapi, dia menambahkan penemuan itu penting.

“Tujuh belas huruf yang terawetkan dalam satu objek benar-benar luar biasa,” kata Höflmayer.(AP/VOA/WAK)

Share