RIP Internet Explorer

RIP Internet Explorer

Share

Microsoft tidak lagi mendukung Internet Explorer, mesin perambah (browser) internet yang selama lebih dari dua dekade disukai banyak orang.

Perusahaan teknologi besar yang berbasis di Redmond, Washington ini mengatakan “masa hidup” Internet Explorer atau IE telah berakhir pada 15 Juni lalu.

Browser berusia 27 tahun itu kini bergabung dengan jenis produk teknologi lain yang tidak lagi digunakan: ponsel BlackBerry, Palm Pilots, dan modem dial-up.

Ini bukanlah kejutan. Microsoft telah mengumumkan hal itu tahun lalu. Perusahaan teknologi tersebut telah mendorong para penggunanya ke browser Edge-nya, yang diluncurkan pada tahun 2015.

Sean Lyndersay, manajer umum Microsoft Edge Enterprise, menggambarkan Microsoft Edge sebagai “perambah yang memberi pengalaman menjelajah yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih modern daripada Internet Explorer.”

Pengguna menandai kepergian Explorer di Twitter. Beberapa pengguna melontarkan kritis atas browser tersebut; sementara yang lain memposting meme nostalgia tahun 1990 — gambar yang membawa kembali kenangan menyenangkan atau bahagia.

Microsoft merilis versi pertama Internet Explorer pada tahun 1995. Kala itu, Netscape Navigator adalah browser paling populer. Peluncuran Internet Explorer menandai awal dari akhir Navigator.

Microsoft kemudian mengikat IE dan sistem operasi Windows-nya secara bersamaan.

Namun, Microsoft menghadapi perselisihan hukum di AS pada akhir 1990-an dan awal 2000-an atas upayanya untuk menghindari browser pesaing.

Perusahaan juga memiliki masalah dengan pejabat Eropa yang mengatakan bahwa mengikat Internet Explorer ke Windows memberikan keuntungan yang tidak adil atas browser lain. Yang dimaksud browser lain itu termasuk Mozilla Firefox, Opera dan Google Chrome.

Pengguna mengeluh bahwa IE lambat, cenderung macet dan mudah diretas. Pangsa pasar IE, yang pada awal 2000-an mencapai lebih dari 90 persen, mulai menurun saat pengguna menemukan browser lain.

Perusahaan riset internet Statcounter mengatakan browser Chrome menguasai sekitar 65 persen pasar browser di seluruh dunia saat ini. Diikuti oleh Apple Safari dengan 19 persen. Adapun Microsoft Edge menguasai sekitar empat persen pasar browser.(AP/WOW)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.