Riuh Tarif Masuk Borobudur dan Bagaimana Penetapan Harga Wisata

Riuh Tarif Masuk Borobudur dan Bagaimana Penetapan Harga Wisata

Share

Bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menko Marinves Luhut Marinves mendengarkan protes warga Jateng yang disampaikan Ganjar soal tarif naik ke Candi Borobudur yang ditetapkan menjadi Rp. 750.000.

Usai pertemuan pada Selasa (07/06) di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Ganjar Pranowo pada para pewarta mengatakan kenaikan tarif tersebut saat ini ditunda dan akan ditelaah lebih lanjut oleh pengelola candi dan pemerintah, agar bisa mendapatkan tarif yang sesuai.

“Soal tarif jangan dibicarakan dulu, dipostpone dulu, dan memang TWC sama Balai Konservasi sedang apa, komunikasi karena masyarakat tidak perlu resah,” kata Ganjar, seraya menambahkan bahwa pembenahan di Candi Borobudur terus dilakukan dan akan melakukan kajian agar penetapan harganya nanti bisa diterima masyarakat.

Keputusan penundaan ini tentu disambut gembira tidak hanya oleh masyarakat, khusus para pedagang souvenir di sekitar Candi. Suminah, penjual gelang kayu mengatakan ia khawatir kenaikan tarif justru akan menurunkan minat wisatawan untuk datang.

“Waktu awal Covid sampai tahun 2021 saja, kami jual gak laku kok mas, karena pengunjung sedikit, po maneh mau dinaiken tarifnya,” ujar Suminah, yang mengatakan selama masa pandemi Covid 19, untuk menjual 10 gelang saja sangat sulit.

Sementara itu Widodo, manajer salah satu tempat wisata di Jawa Tengah mengatakan menetapkan tarif wisata harus menimbang sejumlah aspek. Yang paling utama adalah tarif yang ditetapkan membawa dampak atau tidak pada para wisatawan.

“Tiga aspek berwisata bagi turis adalah, what to see, what to do dan what to buy. Ketiga ini bisa memunculkan satisfaction atau tidak. Tentu antara objek wisata edukatif dan yang murni hiburan nilainya juga berbeda,” jelas Widodo, Selasa (07/06).

Ia juga mengatakan nilai kepuasan itu yang harus dikaji, dengan survey misalnya, karena sebenarnya tidak bisa diungkapkan berapa rupiah. Paling tidak, jalan tengahnya adalah mematok segmen pasar, apakah kelas kebanyakan, kelas menengah atau kelas ekslusif tertentu. Sementara untuk tempat bersejarah seperti candi atau tempat bersejarah lain, karena memiliki nilai edukatif yang semua orang harus tahu, sebaiknya tidak fantastis tarifnya.

Ia juga mencontohkan, untuk masuk ke Piramida Giza, Menara Eifel dan Patung Liberty tarifnya hanya 300 ribuan saja sampai ke puncak. Menurutnya, pemerintah harus bisa menelaah dengan cermat agar keputusannya tidak malah membuat gaduh, yang tentu akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. (MIM/STR/WST)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.