data macau toto macau
slot mania
https://mpo-slot.pa-ruteng.go.id/
https://anti-rungkad.pa-ruteng.go.id/
rtp slot
slot88
slot ovo
slot zeus
togel kamboja
slot jepang
slot gopay
slot bonus
dewa slot
akun pro thailand
akun pro kamboja/
mpo slot
Tidur Siang Bagus buat Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Tidur Siang Bagus buat Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Share

Masih suka tidur siang? Bagus! Ini adalah kebiasaan menyehatkan yang perlu terus dipelihara.

Tidur siang bukan hanya baik bagi daya ingat dan keterampilan motorik. tetapi juga baik bagi kekebalan tubuh.

Sara Mednick, profesor ilmu kognitif di Universitas California, Amerika Serikat, seperti dikutip Galadriel Watson (2021), menemukan bahwa tidur siang meningkatkan pemecahan masalah secara kreatif.

Tidur siang juga dapat meningkatkan dan memulihkan kekuatan otak. Balita yang tidur siang mengekspresikan lebih banyak kegembiraan. Orang dewasa yang tidur siang dapat menahan rasa frustrasi lebih lama dan tidak terlalu impulsif.

Selain itu, tambah Mednick, tidur siang dapat membantu melindungi orang tua dari penurunan kognitif dan demensia.

Mednick menyimpulkan mereka yang tidur siang satu atau dua kali sepekan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan di tahun 2015 menunjukkan bahwa tidur siang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Seperti diketahui, kurang tidur — terutama berulang kali — mempengaruhi fungsi neuroendokrin dan kekebalan tubuh yang ditandai dengan meningkatkan molekul inflamasi yang dikenal sebagai sitokin, serta hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin.

Studi tahun 2015 terkait tidur siang, yang hasilnya dipaparkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, melibatkan 11 pria muda yang dibagi dalam dua kelompok. Keduanya kemudian dibatasi hanya tidur dua jam di malam hari.

Tes darah dan urin menunjukkan sitokin yang lebih tinggi dan kadar norepinefrin pada kedua kelompok setelah kurang tidur.

Keesokan harinya, salah satu kelompok diberi jatah dua kali tidur siang setengah jam, sedangkan kelompok satunya lagi tidak diberikan tidur siang.

Sampel darah dan urin dari mereka yang tidur siang ternyata menunjukkan bahwa kadar sitokin dan norepinefrin mereka telah kembali normal, seolah-olah mereka tidak pernah kehilangan waktu tidur.(LIG)*

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *