Vaping Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Seumur Hidup

Vaping Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Seumur Hidup

Share

The American Heart Association telah mengeluarkan peringatan baru untuk remaja yang menggunakan rokok elektrik. Peringatannya berbunyi: vaping dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru selama seumur hidup.

Bukti ilmiah terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa efek kardiopulmoner yang merugikan dari penggunaan rokok elektrik dapat bertambah seiring waktu. Demikian menurut organisasi itu dalam sebuah pernyataan ilmiah yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal peer-review, Circulation.

“Sebagai seorang dokter jantung, saya percaya bahwa sangat penting untuk menemukan cara untuk mencegah anak-anak memulai menggunakan vape dan mendukung anak-anak yang membutuhkan bantuan untuk berhenti,” kata Dr. Naomi Hamburg, seorang profesor kedokteran kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Boston dan direktur Institut Kardiovaskular Whitaker Boston Medical Center, yang ikut menulis pernyataan tentang penggunaan vape.

“Saya mempelajari efek kesehatan dari vaping pada remaja dan dewasa muda,” kata Hamburg kepada kantor berita UPI. “Kami melihat semakin banyak remaja yang mulai melakukan vaping di sekolah menengah atau sebelumnya dan yang tidak pernah menggunakan rokok. Remaja sering menggunakan setiap hari menunjukkan bahwa mereka kecanduan nikotin. Banyak yang ingin berhenti tetapi merasa sulit untuk berhenti.”

Di antara rekomendasi yang disodorkan The American Heart Association, salah satunya yaitu menghapus rokok elektrik beraroma, termasuk yang beraroma mentol, dari pasaran.

Rekomendasi juga menyerukan untuk memberikan lebih banyak pendidikan kepada kaum muda dan orang tua mereka tentang potensi risiko kesehatan produk vape, memasukkan kurikulum vaping ke dalam pelatihan sekolah kedokteran, memastikan program penghentian vaping berbasis rumah sakit untuk remaja dan orang dewasa, dan mengatur pemasaran produk di platform media sosial.

The American Heart Association mengatakan toksisitas rokok elektrik masih kurang dipahami, karena sebagian besar produsen belum secara terbuka mengungkapkan daftar lengkap bahan produk mereka. Dan ini membuatnya lebih sulit untuk memprediksi efek buruk pada jantung dan paru-paru.

Penelitian menemukan bahwa “dewasa muda yang menggunakan rokok elektrik mengalami kekakuan arteri, gangguan fungsi pembuluh darah, dan peningkatan tekanan darah serta detak jantung.”

Menurut The American Heart Association, bukti ini “menunjukkan bahwa efek kardiovaskular akut dari rokok elektrik dapat bertambah seiring waktu dengan penggunaan jangka panjang, yang mengarah pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada orang yang menggunakan rokok elektrik dalam jangka panjang.”

Selain konsekuensi cardiopulmonary, penggunaan e-rokok “merusak kualitas tidur, berpotensi mempengaruhi kesehatan mental dan menyebabkan kecanduan melalui aktivasi jalur otak tertentu,” tambah pernyataan The American Heart Association.(UPI/WAK)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.